Trik Merawat Seragam Kerja Biar Gak Cepat Rusak

Trik Merawat Seragam Kerja Biar Gak Cepat Rusak

Pernah hitung berapa anggaran yang keluar cuma buat ganti seragam kantor yang kusam atau robek tiap tahunnya? Kasus seperti ini sering banget kami temui di lapangan. Banyak tim purchasing ngeluh bahannya jelek, padahal akar masalahnya sepele: kebiasaan mencuci dari karyawan yang kurang tepat.

Mau sebagus apa pun kain yang keluar dari pabrik garmen, kalau diperlakukan asal-asalan, jelas umurnya bakal pendek.

Beda Bahan, Beda Perlakuan

Beda jenis kain, beda juga cara pegangnya. Menggeneralisasi cara cuci buat semua baju itu kesalahan yang cukup fatal.

Kain katun atau drill misalnya. Jenis ini memang adem dan enak banget dipakai harian, tapi seratnya gampang menciut kalau sengaja dicuci pakai air panas. Lain cerita kalau kita mengurus wearpack tahan api (Flame Resistant). Pakaian jenis ini pantang banget ketemu pelembut baju. Cairan pelembut bisa melapisi serat khusus dan mematikan fitur pelindung apinya seketika. Begitu juga buat pakaian K3 high-vis yang ada pita pemantul cahayanya, jauhkan dari cairan pemutih klorin kalau tidak mau pita pendarnya terkelupas satu per satu.

Kebiasaan Mencuci yang Suka Terlewat

Sebenarnya merawat garmen itu tidak ribet. Kuncinya cuma ada di ketelitian kecil saat baju mau masuk mesin cuci.

Pertama, selalu pisahkan baju yang kotornya parah. Baju lapangan yang kena oli atau lumpur jangan sekali-kali digabung sama kemeja HRD yang cuma dipakai di ruangan ber-AC. Sebelum dilempar ke mesin, biasakan membalik bagian dalam baju ke luar untuk menjaga tekstur kain utama dan warna logo supaya tidak tergesek. Terakhir, tidak perlu latah pakai air hangat. Air biasa sudah lebih dari cukup buat merontokkan keringat tanpa bikin kain cepat melar.

Menjemur dan Menyimpan

Sinar matahari terik memang bikin jemuran cepat kering, tapi panas berlebih itu musuh utama pigmen warna tekstil. Biar warnanya tahan lama, cukup angin-anginkan baju di tempat yang teduh tapi sirkulasi udaranya lancar. Kalaupun harus memakai mesin pengering, setel saja di suhu paling rendah.

Pas menyetrika, sesuaikan suhunya dengan karakter kain. Katun tahan suhu sedang, tapi bahan sintetis seperti polyester butuh suhu rendah biar tidak gampang mengkilap atau malah lengket. Khusus kemeja atau jas, gantung pakai hanger berlekuk lebar biar bentuk bahunya tidak cepat anjlok.

Minta Sampel Bahan Garmen

Perawatan yang benar memang kunci utama, tapi memilih bahan baku yang tebal dan kuat dari awal tetap yang paling menentukan.

Kalau perusahaan Anda sedang ada rencana membuat seragam kantor, pakaian K3, atau kebutuhan garmen skala besar, tim Garment Indonesia siap membantu mencarikan material yang pas. Anda bisa konsultasi langsung atau meminta sampel bahan gratis hari ini.

Kembali ke blog